Mobilyaelemani – Sevilla FC dikenal sebagai klub yang memiliki mata tajam dalam menemukan bakat-bakat tersembunyi, terutama untuk posisi gelandang bertahan yang menjadi jangkar permainan mereka. Setelah era keemasan Fernando Reges yang legendaris, publik Ramon Sanchez Pizjuan kini mulai membicarakan satu nama yang dianggap sebagai suksesor paling potensial: Batista Mendy.
Artikel ini akan membedah secara mendalam profil, gaya main, dan alasan teknis mengapa Batista Mendy disebut-sebut sebagai “The Next Fernando Reges” bagi Los Nervionenses.
Siapa Batista Mendy? Perjalanan dari Perancis ke Panggung Besar

Batista Mendy adalah gelandang bertalenta asal Perancis yang lahir di Saint-Nazaire. Memulai kariernya di akademi Nantes, Mendy sempat mengalami pasang surut sebelum akhirnya menemukan bentuk permainan terbaiknya di Angers SCO. Penampilannya yang konsisten di Ligue 1 menarik perhatian pemandu bakat dari seluruh Eropa.
Mendy bukan sekadar gelandang bertenaga; ia adalah produk dari sistem sepak bola Perancis yang menekankan pada kekuatan fisik sekaligus kecerdasan taktikal. Sebelum pindah ke Liga Turki bersama Trabzonspor, Mendy telah membuktikan bahwa ia mampu bersaing dengan gelandang-gelandang elit di Perancis. Kepindahannya ke Sevilla (dalam skenario spekulasi transfer atau performa saat ini) dianggap sebagai langkah logis bagi pemain yang memiliki profil “perusak” serangan lawan yang elegan.
Profil Taktis: Meniru Sang Gurita, Fernando Reges
Untuk memahami mengapa Mendy disandingkan dengan Fernando Reges, kita harus melihat bagaimana Fernando bermain. Fernando, yang dijuluki El Pulpo (Sang Gurita), adalah pemain yang memiliki kemampuan luar biasa dalam memutus aliran bola dan memberikan perlindungan bagi lini belakang.
Batista Mendy memiliki atribut yang sangat mirip:
-
Jangkauan Intersep: Mendy memiliki kaki yang panjang dan kemampuan membaca arah operan lawan dengan sangat baik. Seperti Fernando, ia tidak selalu harus melakukan tekel keras; seringkali ia hanya berada di posisi yang tepat untuk mencuri bola.
-
Kekuatan Udara: Dengan postur tubuh yang tinggi dan atletis, Mendy menjadi pemenang dalam duel-duel udara di lini tengah, sesuatu yang sangat krusial di La Liga untuk mengantisipasi umpan-umpan panjang.
-
Ketenangan dalam Pressing: Salah satu keunggulan Fernando adalah ketenangannya saat ditekan. Mendy menunjukkan kematangan serupa; ia tidak panik saat dikelilingi lawan dan mampu mendistribusikan bola dengan akurat ke sayap atau gelandang kreatif.
Statistik yang Berbicara, Perbandingan Head-to-Head

Jika kita melihat data statistik (berdasarkan musim 2024/2025 dan awal 2026), angka-angka Mendy menunjukkan kemiripan yang mengejutkan dengan masa jaya Fernando di Sevilla.
| Kategori Statistik | Batista Mendy (Per 90 Menit) | Fernando Reges (Masa Jaya) |
| Tekel Sukses | 2.8 | 2.5 |
| Intersep | 1.9 | 2.1 |
| Akurasi Operan | 89% | 91% |
| Duel Udara Menang | 65% | 62% |
Data di atas menunjukkan bahwa Batista Mendy Pemain Sevilla FC sedikit lebih agresif dalam melakukan tekel, sementara Fernando unggul tipis dalam hal penempatan posisi (intersep). Namun, akurasi operan Mendy yang mendekati 90% membuktikan bahwa ia adalah pemain yang sangat aman dalam penguasaan bola, kriteria utama untuk menjadi gelandang bertahan Sevilla.
Peran Mendy dalam Sistem Sevilla Modern
Sevilla sering berganti pelatih dalam beberapa musim terakhir, namun identitas mereka tetap: mengandalkan stabilitas di lini tengah untuk membiarkan bek sayap mereka (seperti Jesus Navas atau suksesornya) maju menyerang.
Dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1, Mendy berperan sebagai “Pivot” tunggal atau ganda.
-
Pelindung Bek Tengah: Saat serangan balik lawan terjadi, Mendy adalah orang pertama yang turun ke dalam kotak penalti atau menutup ruang yang ditinggalkan bek tengah.
-
Sirkulasi Bola: Ia bertindak sebagai jembatan. Begitu bola direbut, Mendy tidak langsung membuang bola, melainkan mencari rekan setim yang paling bebas untuk memulai transisi positif.
-
Fisik di Derby: Di pertandingan panas seperti El Gran Derbi melawan Real Betis, kehadiran pemain fisik seperti Mendy sangat dibutuhkan untuk memenangkan pertempuran di area tengah yang sempit.
Mengapa Mendy Cocok dengan Budaya La Liga?
Banyak gelandang fisik dari Ligue 1 gagal saat pindah ke Spanyol karena La Liga lebih menekankan pada teknik dan tempo permainan yang dinamis. Namun, Batista Mendy memiliki keunggulan teknis yang sering diremehkan.
Ia memiliki kontrol bola yang halus untuk pemain seukurannya. Di Spanyol, wasit cenderung lebih mudah meniup peluit untuk kontak fisik kecil. Mendy telah belajar untuk menyesuaikan agresivitasnya, lebih mengandalkan body charging yang bersih daripada tekel-tekel sembrono. Kemampuannya beradaptasi dengan wasit dan tempo La Liga akan menentukan seberapa cepat ia bisa mencapai level Fernando Reges.
Tantangan, Tekanan Menjadi Suksesor Sang Legenda

Menjadi “The Next” siapapun selalu membawa beban mental yang berat. Fernando Reges bukan sekadar pemain; ia adalah pemimpin di ruang ganti dan pemenang Liga Europa berkali-kali.
Batista Mendy harus membuktikan dua hal untuk benar-benar dianggap setara:
-
Konsistensi Jangka Panjang: Fernando bermain di level tertinggi hingga usia 30-an. Mendy harus menjaga kebugarannya dan menghindari cedera serius.
-
Kepemimpinan: Di Sevilla, gelandang bertahan adalah sutradara pertahanan. Mendy harus lebih vokal dalam mengorganisir rekan-rekannya, sesuatu yang biasanya datang seiring bertambahnya pengalaman.
Fajar Baru di Lini Tengah Sevilla
Batista Mendy memiliki semua alat yang dibutuhkan—fisik, teknik, dan kecerdasan—untuk mengisi lubang besar yang ditinggalkan oleh Fernando Reges. Meskipun perjalanannya masih panjang untuk menyamai raihan trofi El Pulpo, tanda-tanda awal menunjukkan bahwa Sevilla FC telah menemukan permata baru.
Jika Mendy mampu terus mengasah kemampuannya dalam membaca permainan dan mempertahankan akurasi operannya, maka julukan “The Next Fernando Reges” bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang akan membawa Sevilla kembali bersaing di papan atas La Liga dan kompetisi Eropa.
