Mobilyaelemani – Dalam peta persaingan La Liga Spanyol tahun 2026, nama Borja Iglesias kembali menjadi buah bibir. Striker yang dikenal dengan julukan “El Panda” ini telah resmi memulai babak baru dalam kariernya dengan kembali ke pelukan klub masa mudanya, Celta Vigo. Kepulangannya ke Balaidos bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan sebuah langkah strategis bagi klub berjuluk Los Celestes tersebut untuk memperkuat lini serang mereka.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai biodata, perjalanan karier yang penuh warna, hingga statistik terbaru Borja Iglesias yang menjadikannya salah satu striker paling disegani di tanah Matador.

Biodata Lengkap Borja Iglesias, Sang “El Panda” dari Galicia

Biodata Lengkap Borja Iglesias, Sang El Panda dari Galicia
Biodata Lengkap Borja Iglesias, Sang El Panda dari Galicia

Borja Iglesias Quintas lahir pada 17 Januari 1993 di Santiago de Compostela, Spanyol. Tumbuh besar di wilayah Galicia, sepak bola sudah mengalir di darahnya sejak kecil. Berikut adalah profil singkat sang striker:

  • Nama Lengkap: Borja Iglesias Quintas

  • Tempat, Tanggal Lahir: Santiago de Compostela, 17 Januari 1993

  • Tinggi Badan: 187 cm

  • Posisi: Penyerang Tengah (Striker)

  • Kaki Dominan: Kanan

  • Klub Saat Ini: Celta Vigo

  • Julukan: El Panda (berasal dari lagu “Panda” milik Desiigner yang populer saat ia bermain di tim cadangan Celta)

Iglesias bukan hanya dikenal karena kemampuannya di lapangan, tetapi juga karena kepribadiannya yang vokal terhadap isu-isu sosial, menjadikannya salah satu figur atlet yang paling dihormati di Spanyol.

Perjalanan Karier: Dari Celta B hingga Menaklukkan Jerman

Karier Borja Iglesias adalah cerminan dari kegigihan. Ia tidak langsung bersinar di level tertinggi, melainkan harus merangkak dari kompetisi kasta bawah.

Awal Karier dan Dominasi di Celta B

Meskipun sempat menimba ilmu di akademi Valencia dan Villarreal, Iglesias menemukan rumah aslinya di Celta Vigo. Di tim Celta B, ia mencetak sejarah dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim cadangan tersebut dengan torehan 73 gol. Prestasi ini membuktikan bahwa ia adalah predator kotak penalti yang alami, meskipun saat itu ia sulit menembus tim utama yang dihuni nama-nama besar.

Meledak di Zaragoza dan Espanyol

Pintu menuju ketenaran terbuka saat ia dipinjamkan ke Real Zaragoza di Segunda Division (2017-2018). Ia mencetak 22 gol dalam satu musim, yang membuat Espanyol menebusnya seharga 10 juta Euro. Di Espanyol, ia membuktikan bahwa dirinya adalah striker level La Liga dengan mencetak 17 gol di musim debutnya, membawa klub tersebut ke kompetisi Eropa.

Era Emas di Real Betis

Puncak kariernya terjadi saat ia bergabung dengan Real Betis pada 2019. Bersama Manuel Pellegrini, Iglesias bertransformasi menjadi striker kelas elit. Ia menjadi pilar penting saat Betis menjuarai Copa del Rey 2022, di mana ia mencetak gol di final. Konsistensinya di Betis juga membawanya mendapatkan panggilan pertama ke Tim Nasional Spanyol.

Pengalaman Internasional di Bayer Leverkusen

Pada awal 2024, Iglesias mengambil tantangan besar dengan bergabung ke Bayer Leverkusen di bawah asuhan Xabi Alonso dengan status pinjaman. Meski tidak selalu menjadi starter, ia menjadi bagian dari sejarah besar Leverkusen yang menjuarai Bundesliga tanpa terkalahkan (The Invincibles). Pengalaman taktis di Jerman ini memberikan dimensi baru dalam gaya bermainnya sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Spanyol.

Statistik Terbaru, Ketajaman yang Belum Pudar

Statistik Terbaru, Ketajaman yang Belum Pudar
Statistik Terbaru, Ketajaman yang Belum Pudar

Memasuki musim 2025/2026, statistik Borja Iglesias menunjukkan bahwa ia masih memiliki insting gol yang tajam meskipun usianya sudah menginjak kepala tiga. Berikut adalah analisis statistik performanya dalam beberapa musim terakhir:

Musim Klub Kompetisi Penampilan Gol Assist
2022/23 Real Betis La Liga 35 15 3
2023/24 Betis/Leverkusen Campuran 26 2 2
2024/25 Celta Vigo La Liga 33 12 4
2025/26* Celta Vigo La Liga 16 7 2

*Data hingga pertengahan musim Januari 2026.

Analisis Kemampuan Teknis

Statistik di atas didukung oleh metrik Expected Goals (xG) yang konsisten. Iglesias memiliki rata-rata 3.2 tembakan per pertandingan, dengan akurasi tembakan ke arah gawang sebesar 48%. Keunggulan utamanya terletak pada:

  1. Clinical Finishing: Ia jarang membuang peluang emas di dalam kotak penalti.

  2. Permainan Bertahan (Hold-up Play): Dengan fisiknya yang kuat, ia mampu menahan bola dan membiarkan pemain sayap Celta masuk ke area penalti.

  3. Eksekutor Penalti: Iglesias tetap menjadi salah satu penendang penalti terbaik di La Liga dengan rasio kesuksesan di atas 90%.

Mengapa Kembali ke Celta Vigo di Tahun 2026?

Keputusan Borja Iglesias Pemain Celta Vigo untuk kembali ke Celta Vigo pada musim 2025/2026 adalah salah satu berita paling emosional di La Liga. Ada beberapa faktor kunci di balik kepulangan ini:

Proyek Ambisius Claudio Giráldez

Di bawah kepemimpinan pelatih Claudio Giráldez, Celta Vigo mengusung gaya sepak bola menyerang yang sangat cair. Iglesias dipandang sebagai sosok target man yang sempurna untuk melengkapi visi taktis Giráldez yang mengandalkan penguasaan bola dan serangan sayap yang cepat.

Suksesor Iago Aspas

Iago Aspas adalah legenda hidup Celta, namun usia tidak bisa dibohongi. Klub membutuhkan sosok pemimpin baru di lini depan yang memiliki ikatan batin dengan suporter. Borja Iglesias, sebagai putra daerah Galicia, adalah sosok yang paling tepat untuk memikul tongkat estafet kepemimpinan di ruang ganti.

Stabilitas Keluarga dan Mentalitas

Setelah merantau ke Jerman dan Seville, Iglesias menyatakan dalam berbagai wawancara bahwa ia ingin kembali ke rumah. Kebahagiaan di luar lapangan seringkali berkorelasi langsung dengan performa di dalam lapangan, dan hal ini terbukti dengan peningkatan jumlah golnya sejak kembali berseragam biru langit.

Gaya Bermain, Transformasi Menjadi Modern Target Man

Gaya Bermain, Transformasi Menjadi Modern Target Man
Gaya Bermain, Transformasi Menjadi Modern Target Man

Di awal kariernya, Borja Iglesias sering dianggap sebagai striker “nomor 9” tradisional yang hanya menunggu bola di kotak penalti. Namun, pengalamannya di bawah asuhan Manuel Pellegrini dan Xabi Alonso telah mengubahnya menjadi striker yang lebih komplet.

  • Link-up Play: Sekarang, kita sering melihat Iglesias turun ke lini tengah untuk menjemput bola, memantulkannya ke gelandang, lalu berlari mencari ruang.

  • Intensitas Pressing: Di Jerman, ia belajar bagaimana melakukan pressing dari lini depan. Di Celta Vigo musim ini, ia menjadi pemain pertama yang memicu tekanan saat lawan mencoba membangun serangan dari bawah.

  • Kecerdasan Taktis: Ia sangat pintar dalam menarik bek lawan keluar dari posisinya, memberikan ruang bagi pemain seperti Jonathan Bamba atau Williot Swedberg untuk melakukan penetrasi.

Harapan Besar bagi Los Celestes

Borja Iglesias adalah bukti bahwa karier seorang pesepak bola tidak selalu tentang grafik yang terus naik secara instan. Ia adalah hasil dari proses panjang, kegagalan, dan kesuksesan di berbagai liga top Eropa. Kembali ke Celta Vigo di tahun 2026 adalah langkah penuh makna yang menguntungkan kedua belah pihak.

Bagi Celta, mereka mendapatkan striker berpengalaman yang menjamin dua digit gol per musim. Bagi Iglesias, ini adalah kesempatan untuk menutup kariernya (nantinya) di tempat segalanya dimulai. Jika performa konsistennya terus berlanjut hingga akhir musim 2026, bukan tidak mungkin kita akan melihat “El Panda” kembali bersaing memperebutkan gelar Pichichi atau membawa Celta Vigo kembali ke panggung Eropa.